RSS

BAGAIMANA MENJAGA BANGUNAN DA’WAH (2)

23 Jan

2. KUKUHKAN UKHUWAH KARENA ALLAH RABBUL ‘ALAMIN
Ukhuwah (persaudaraan) karena Allah adalah buhul iman yang paling kukuh, elemen bangunan yang paling kuat dan faktor yang menjadikan gerakan islam laksana bangunan tegar yang bagian-bagiannya saling melengkapi.
sejauh kekuatan ukhuwah dalam sebuah gerakan,maka sejauh itulah kerapatan barisannya, dan sejauh itu pula kekuatan mempertahankan diri dari segala macam serangan dan kelihaiannya memberi reaksi balik terhadap musuh. Ketika ukhuwah mengalami krisis dan lemah, maka gerakan da’wah hanya menjadi ajang bagi segala kesulitan, penyakit dan perpecahan.
Allah swt. berfirman,
3:103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
3:105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,
49:10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Nabi saw. menggambarkan kukuhnya kasih sayang karena Allah dengan sabdanya,
“matsalul mu-miniina fii tawaaddihim wataraa humihim wa ta’aathufihim matsalul jasadi, idzaasy taka minhu ‘udhwun tadaa’aa lahu sairul jasadi bi ssahri wal humiy.”
Orang –orang mukmin dalam menjalin cinta dan kasih saying adlah semisal satu badan. Apabila salah satu anggota badan mengeluh sakit, maka seluruh anggota badan merasakan demam dan tidak bisa tidur (HR. Ahmad)
Juga sabdanya,
”innal mu-mina lilmu-mini kal bunyaani yasyuddu ba’dhuhu ba’dhan.”
Seorang mukmin bagi mukmin yang lain laksana bangunan yang saling mengukuhkan antara sesamanya (HR. Bukhari)
Sabdanya pula,
“ Al muslimu man salimal muslimuuna min lisaanihi wa yadihi”
seorang muslim adalah seseorang yang orang-orang muslim lain selamat dari kejahatan mulut dan tangannya. (HR. Bukhari)
Sabdanya,
“laa taqaatha’uuu wa laa tadaabaruuu wa laa tabaaghadhuuu wa laa tahaa saduuu wa kuunuuu ‘ibaadallahi ikhwaanaa.”
Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, dan janganlah saling membelakangi, dan janganlah saling membenci,dan janganlah saling mendengki. Jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. (HR. Bukhari)
Nabi juga mengingatkan kita tentang firqah (perselisihan) dan ikhtilaf (perbedaan) seraya bersabda, “jangalah kalian setelahku menjadi kafir kembali, kalian saling bunuh sesama kalian dn saling mencela.”
Nabi saw. juga menjelaskan hak-hak ukhuwwah dlam islam islam seraya bersabda,”kullul muslimi ‘alaal muslimi haraamun maaluhu wa ‘irdhuhu wa damuhu.”
setiap muslim bagi muslim yang lain adalah haram hartanya,kehormatannya dan darahnya (HR.Abu Daud)
Sabdanya,
“tidaklah seorang hamba beriman sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari)
Beliau saw. bersabda,”Mereka adalah saudaramu, yang Allah menjadikan mereka dibawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya dijadikan Allah berada dibawah kekuasaannya, maka hendaklah ia memberi makan dengan makanan yang ia makan, dan memberi pakaian dengan pakaian yang ia pakai. Dan janganlah memberi beban diatas kemampuannya. Apabila memberinya tugas berat, maka bantulah ia.”
Menegaskan ikhwal kesetiaan ukhuwah Nabi saw.bersabda,”tidaklah ada seorang muslim yang membiarkan sesamanya disuatu tempat dimana kehormatannya dirusak dan harga dirinya dihinakan,kecuali Allah akan membiarkanya disuatu tempat dimana ia membutuhkan pertolongan Allah.”
Lalu Nabi saw. mengingatkan bahaya lisan berupa ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) dan buhtan (berdusta).
Beliau bersabda,” Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” para shahabat menjawab,” Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki harta dan uang.” Rasul saw. menjawab,”Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari qiyamat dengan pahala sholat,puasa dan zakat. Namun ia pernah (didunia) mengumpat orang ini,menuduh zina orang itu,memakan harta orang ini,mengucurkan darah orang itu,dan memukul orang ini.kemudian orang ini diberi (pahala) kebaikannya dan orang itupun diberi (pahala) kebaikannya. Apabila kebaikannya telah habis padahal belum bisa membayar seluruh hutangnya, diambil-Nyalah kejahatan orang-orang tadi lalu ditimpakan kepadanya kemudian ia dilemparkan keneraka.” (HR. Muslim)
Disaat lain beliau juga bersabda,”Barangsiapa dari dikalangan laki-laki yang menyebarkan sebuah berita tentang saudaranya yang lain padahal ia berlepas diri dari padanya, maka berita itu akan memburukkan dirinya di dunia dan di akhirat kelak dan Allah berhak menghancurkan dirinya dineraka,sehingga ia datang tidak tersisa lagi apa yang pernah ia katakan.”
Suatu saat kami bersama rasulullah saw. tiba-tiba bertiuplah angin topan, maka bersabda rasul saw,”Tahukah kalian angin apa ini? Inilah angin orang-orang yang ghibah di antara kaum mukminin.”
Rasul juga bersabda,” Ghibah dan namimah itu membinasakan iman, sebagaimana binatang gembalaan merusak tanaman.”
Wallahu a’lamu bi showwab
(BERSAMBUNG KE 3)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Januari 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: