RSS

KREATIVITAS PERJUANGAN

29 Mei

Keamanan di wilayah Jazirah Arab telah pulih kembali. Negeri ini tampak tenang setelah lebih dari satu tahun dilanda berbagai peperangan dan ekspedisi. Namun orang-orang Yahudi yang telah merasakan berbagai kehinaan sebagai akibat dari pengkhianatan dan rencana-rencana jahat mereka belum sadar dari penyimpangannya.
Mereka mulai menyusun kembali rencana jahatnya terhadap kaum Muslimin. Mereka pun mulai melakukan persiapan untuk melancarkan pukulan telaknya terhadap kaum muslimin. Karena mereka tidak berani melakukan perlawanan secara langsung terhadap kaum muslimin, maka mereka menempuh cara yang licik dan jahat untuk mencapai tujuan tersebut. Orang-orang Yahudi bersekutu dengan kaum musyrikin Mekah. Kemudian berangkatlah mereka menuju ke Madinah.
Seandainya pasukan yang bersekutu itu mendatangi perbatasan Madinah secara mendadak, tentu hal itu merupakan bahaya sangat mengancam eksistensi kaum muslimin, Bahkan, mereka mungkin saja dapat membinasakan kaum muslimin sampai ke akar-akarnya. Namun, kepemimpinan Madinah adalah kepemimpinan yang senantiasa waspada dan tidak pernah lalai, senantiasa memantau keadaan dan memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Sebelum pasukan itu bergerak dari posisinya, intelijen Madinah telah menyampaikan informasi kepada pemimpinnya tentang keberadaan pasukan tersebut.
Rasulullah SAW segera mengadakan musyawarah untuk membahas strategi pertahanan terhadap eksistensi Madinah. Setelah berlangsung diskusi antara pemimpin dan anggota musyawarah, mereka bersepakat untuk menyetujui usulan yang diajukan oleh sahabat mulia, Salman al Farisi ra. Salman mengusulkan: Wahai Rasulullah, dahulu kami adalah orang yang hidup di negeri Parsi. Apabila kami dikepung oleh musuh, kami membuat parit.
Strategi ini merupakan strategi kreatif yang belum pernah dikenal oleh bangsa Arab sebelum ini. Rasulullah SAW segera menerapkan strategi kreatif tersebut. Setiap sepuluh orang, beliau beri tugas untuk menggali parit empat puluh hasta. Kaum Muslimin pun menggali parit dengan penuh kesungguhan, sementara Rasulullah SAW terus memberikan motivasi kepada mereka dan turut serta dalam pekerjaan tersebut. Setelah melalui perjuangan yang sangat berat, akhirnya dengan izin Allah, kaum muslimin mampu mengalahkan kekuatan kaum kafir dan Yahudi.
(Sirah Nabawiyah hal 428 )
Wahai para mujahid, apakah yang dimaksud dengan kreatif itu?
• Sebuah keluarga yang berpenghasilan rendah, tetapi mereka menyusun rencana untuk dapat menyekolahkan anaknya ke universitas. Itu adalah berpikir kreatif.
• Pengurus sebuah masjid ingin mengubah masjidnya yang kerap sepi menjadi sebuah masjid yang diminati masyarakat sekelilingnya. Inilah berpikir kreatif.
• Seorang ulama mengembangkan suatu rencana untuk melipatgandakan jumlah jamaah majelis ta’limnya. Inilah berpikir kreatif.
• Sebuah partai politik berpikir untuk membuat perolehan suaranya lebih besar dari perolehan pada pemilu sebelumnya, inilah berpikir kreatif!
Jadi, berpikir kreatif berarti yakin dan terus berusaha untuk menemukan cara-cara baru yang lebih baik agar memperoleh hasil yang lebih baik.
Sekarang marilah kita lihat apa yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan dan menguatkan kemampuan kita untuk lebih kreatif dalam jalan dakwah ini. Hal yang amat penting di awal proses kreatif adalah “percayalah jika Allah menghendaki maka hal tersebut dapat dilakukan”. Inilah prinsipnya: Untuk melakukan apapun, kita harus lebih dahulu percaya bahwa hal itu dapat dilakukan. Percaya bahwa sesuatu itu dapat dilakukan akan membuat pikiran kita bergerak mencari cara untuk melaksanakannya. Maka mohonlah selalu pada Allah lalu kuatkan ikhtiar diri ini. Jika kita percaya, pikiran kita akan mencari jalan untuk melaksanakannya.
Pernyataan di atas mempunyai satu maksud: Jika kita percaya sesuatu itu tidak mungkin, maka pikiran kita akan bekerja bagi kita untuk membuktikan bahwa hal itu tidak mungkin. Akan tetapi jika kita percaya, benar-benar percaya bahwa dengan pertolongan Allah, sesuatu dapat dilakukan, maka pikiran kita akan bekerja keras bagi kita dan membantu kita mencari jalan untuk melaksanakannya.
Percaya bahwa sesuatu itu dapat dilakukan akan melicinkan jalan untuk solusi yang kreatif. Sebaliknya percaya bahwa sesuatu tidak dapat dilakukan adalah cara berpikir yang destruktif. Hal ini berlaku pada semua situasi, besar dan kecil. Kepercayaan menghasilkan kekuatan kreatif. Ketidakpercayaan menjadi rem bagi berpikir kreatif. Percayalah dan kita pun akan mulai berpikir secara konstruktif. Allah akan menolong kita dan pikiran kita pun akan mencari jalan jika kita mengizinkannya..
Dimana ada kemauan di situ ada jalan.
Inilah dasar bagi berpikir kreatif. Di bawah ini adalah dua saran untuk membantu kita mengembangkan kekuatan pikiran melalui kepercayaan:
1. Hapuskan kata tidak mungkin baik dari pikiran kita maupun dari kosakata kita. Tidak mungkin adalah kata kegagalan. Pikiran “Ini tidak mungkin dilakukan … “ akan memulai reaksi berantai dari jejeran pikiran yang mendukung bahwa memang itu tidak mungkin dan membenarkan pikiran kita. Jika Allah menghendaki maka tak ada yang tak mungkin!
2. Pikirkan sesuatu yang istimewa yang selama ini ingin kita lakukan dalam amal dakwah ini, tetapi kita merasa kita tidak dapat melakukannya. Sekarang berpikirlah bahwa: Kita bisa melakukannya!, dan buatlah sebuah daftar alasan mengapa kita bisa melakukannya. Banyak dari kita mengalahkan dan menaklukkan keinginan kita hanya karena kita berkonsentrasi pada mencari alasan kenapa kita tak bisa melakukannya, sementara satu-satunya hal yang kita layak untuk berkonsentrasi adalah mencari alasan bagaimana kita bisa melakukannya!
Berpikirlah ke depan lebih baik.
Pikiran pemikir tradisional menjadi lumpuh. Ia bernalar, “Keadaannya sudah begini selama ratusan tahun, jadi keadaan ini pasti baik dan harus tetap begini. Mengapa mengambil resiko dengan mengubahnya?”
“Rata-rata” orang selalu menolak kemajuan. Banyak orang menentang mobil yang pertama atas dasar pikiran Allah menciptakan kita untuk berjalan di atas kaki kita atau dengan menggunakan kuda. Apalagi saat pesawat terbang pertama mengudara, banyak aturan kekangan baru yang dibuat-buat misalnya bahwa manusia tidak berhak memasuki bidang wewenang yang dikhususkan untuk burung.
Jika setiap orang berpikiran bahwa hanya ada satu cara terbaik untuk melakukan suatu pekerjaan dan setelah itu jangan pernah menyimpang dari cara tersebut, maka dapat dibayangkan kejumudan yang segera akan merajalela dan amat membosankan.
Sebenarnya, tidak ada satu cara terbaik untuk mengerjakan apapun. Tidak ada satu cara terbaik untuk menarik minat murid akan pelajaran, atau untuk tetap menjaga motivasi murid, atau untuk mendidik anak atau bahkan menata ruangan kerja kita.
Ada banyak cara terbaik sebanyak adanya pikiran-pikiran yang kreatif!
Jika kita membiarkan tradisi membekukan pikiran kita, maka gagasan baru tidak dapat tumbuh. Cara berpikir tradisional adalah musuh bagi mereka yang tertarik pada program pengembangan pribadi kreatif. Cara berpikir tradisional akan membekukan pikiran Kita, menghambat kemajuan Kita dan mencegah kekuatan kreatif Kita. Ingatlah tidak ada yang tumbuh di dalam es!
Berikut ini adalah tiga cara untuk memeranginya:
1. Jadilah orang yang bersedia menerima gagasan. Sambut baik gagasan. Hancurkan pikiran penghalang seperti “Ini tidak akan berhasil”, “ Ini tidak dapat dikerjakan “.
2. Jadilah orang yang mau mencoba. Dobraklah rutinitas yang tetap. Pergilah melalui rute yang berbeda ke tempat kerja Kita, kunjungi toko buku dan bacalah buku-buku baru, dapatkan teman-teman baru, ambillah kursus keterampilan yang belum Kita kuasai.
3. Berpikiranlah ke depan bukan berpikir ke belakang dengan membanggakan masa lalu. Janganlah berpikir “Itulah cara kami biasa melakukannya, maka kami harus mengerjakannya dengan cara itu”, melainkan “Bagaimana kami dapat mengerjakannya lebih baik daripada cara kerja yang biasa kami lakukan?”
Bayangkan apa yang akan terjadi pada sebuah perusahaan produksi mobil jika manajemennya membiarkan diri berpikir, “Tahun ini kita sudah mengembangkan mobil paling sempurna. Perbaikan lebih lanjut tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, semua kegiatan rekayasa & desain eksperimental dengan ini diakhiri secara permanen .“Tidak peduli betapapun besarnya, perusahaan tersebut akan susut dengan cepat jika bersikap demikian!”. Orang yang sukses seperti halnya perusahaan yang sukses selalu bertanya: “Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas prestasi saya? Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik?”
Kesempurnaan absolut di dalam semua pengembangan riset manusia belum akan tercapai. Ini berarti tersedia begitu banyak peluang yang tak ada habisnya untuk perbaikan. Para pejuang mengetahui hal ini dan mereka selalu mencari cara yang lebih baik. Mereka tidak bertanya “Dapatkah saya mengerjakannya dengan lebih baik?” Ia tahu bahwa ia dapat, jadi ia menyusun pertanyaannya, “ Bagaimana saya dapat mengerjakannya dengan lebih baik?”.
Merawat gagasan.
Gagasan adalah buah dari cara berpikir kita. Dan gagasan harus digunakan dan dipraktekkan agar memiliki nilai. Gagasan adalah seperti bayi yang baru kita lahirkan, masih amat lemah untuk dapat bertahan hidup tanpa bantuan sekelilingnya. Gagasan memerlukan penanganan khusus sejak dilahirkan hingga diubah menjadi cara-cara praktis mengerjakan sesuatu dengan lebih baik.
Gunakan tiga cara ini untuk memelihara dan mengembangkan gagasan kita:
1. Jangan biarkan gagasan lepas. Tuliskan gagasan tersebut. Setiap hari banyak sekali gagasan yang dilahirkan hanya untuk mati dengan cepat karena tidak dituangkan ke atas kertas. Ingatan adalah pesuruh yang lemah dalam melindungi dan memelihara gagasan yang masih sangat baru. Bawa selalu buku catatan atau beberapa kartu kecil bersama kita, dan tuliskanlah dengan segera setiap gagasan yang timbul.
2. Berikutnya, tinjaulah gagasan kita. Tempatkan gagasan di dalam arsip aktif dan periksa gudang gagasan kita secara teratur. Sementara kita memeriksa gagasan kita, sebagian mungkin tidak mempunyai nilai sama sekali. Singkirkan gagasan tersebut, akan tetapi selama suatu gagasan memiliki harapan, simpanlah terus.
3. Tanam dan pupuk gagasan kita. Buatlah gagasan bertumbuh, pikirkan gagasan tersebut, kaitkan dengan gagasan lain yang masih berhubungan. Carilah informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan gagasan kita, dan jika saatnya tiba, buat gagasan itu bekerja untuk diri kita, pekerjaan kita dan masa depan kita. Maka jadilah Ibu yang baik untuk gagasan kita.
Catatan: Jangan biarkan gagasan hanya berada dalam benak atau arsip kita saja. “Juallah” gagasan itu kepada orang lain; teman kita, karyawan, bos kita, ataupun investor. Seseorang harus “membeli” gagasan tersebut agar gagasan itu menjadi bernilai dan nyata. Dan sekali lagi, jadikan perbaikan terus menerus dan kemajuan sebagai produk kita yang paling terdepan.
Bersiagalah menyongsong kemenangan!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: