RSS

TAUJIH PASCA PEMILUKADA KALSEL 2010

11 Jun

07 Juni 2010
[disarikan dari taujih Ust. Rafi’ Munawar (anggota DPR-RI dari PKS Jawa Timur) dan Ust. Riyadi (ketua DPW PKS Kalsel) yang disampaikan pada Rapat Evaluasi Pemilukada Kalsel 2010 di DPW PKS Kalsel, Sabtu, 5 Juni 2010 dengan beberapa tambahan]

“Allah tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan”

Ada hal yang menarik dalam Al Qur’an ketika menggambarkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam dua keadaan yang berbeda pada masa peperangan, yaitu ketika mereka menang dan ketika mereka kalah. Pada saat orang-orang beriman menang, Allah memberikan gambaran-gambaran yang bersifat kualitatif. Bisa kita lihat di dalam surah Al Fath ayat 1-7:

“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (1). Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang telah lalu dan yang akan dating, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus (2), dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak) (3). Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana (4), agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surge yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kessalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar (5), dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk, dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka, serta menyediakan neraka Jahannam bagi mereka. Dan (neraka Jahannam) itu seburuk-buruk tempat kembali (6). Dam milik Allah bala tentara langit dan bumi. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana (7).”

Dalam ayat-ayat tersebut Allah memberikan gambaran-gambaran kualitatif agar orang-orang beriman tidak larut dalam kemenangan yang kemudian melarutkan (baca: mereduksi) keimanan mereka. Allah bahkan sudah meningatkan dalam Al Qur’an dengan sebuah sindiran di surah Al Hadid ayat 16:

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyu’ mengingat Allah danmematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik”.

Ada dua hal dalam ayat tersebut, yang sering terjadi atas diri orang-orang beriman ketika mendapatkan kemenangan, yaitu krisis dzikir dan krisis tilawah. Bahkan, sebelum kemenangan itu terjadi, pada saat perjuangan dilakukan dan kemenangan terlihat di depan mata, hal itu jamak terjadi. Karenanya, sejak awal Allah telah memperingatkan kita di dalam Al Qur’an.

Fenomena sebaliknya, ketika Allah menceritakan tentang kekalahan yang harus diterima oleh kaum mukminin, Allah memberikan gambaran-gambaran kuantitatif bagi para mukminin. Ini bisa kita lihat pada QS. Ali Imran ayat 139-140:

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman (139). Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim (140).”

Dalam ayat di atas, Allah menghibur kaum mukminin dengan gambaran kuantitatif yaitu bahwa musuh mereka pun mengalami hal yang sama sebelumnya. Sehingga dengan diingatkannya kondisi tersebut diharapkan para mukmini tidak terjerumus dalam lubang kesedihan yang dalam. Dalam sirah Ibnu Hisyam digambarkan, pada Perang Uhud kaum mukminin pada saat itu mengalami kekalahan yang sangat memilukan. Bahkan, saking telaknya kekalahan tersebut, digambarkan bahwa ada pasukan yang mundur ke belakang dan hampir saja menabrak pasukan pagar betis, yakni para istri-istri merka sendiri, yang bertugas menjaga agar tidak ada pasukan yang lari dari medan perang. Belum lagi dengan syahidnya beberapa tokoh penting pada perang tersebut. Sehingga Allah kemudian menghibur mereka dengan ayat di atas.

Fenomena pemilukada yang baru saja kita lewati merupakan sarana Allah untuk mentarbiyah diri kita, mengingatkan kita kan hakikat dakwah ini yang jalanya panjang dan berliku. Bahkan terlalu pendek bila kita ukur dengan umur kita apalagi dengan hanya 2 periode pilkada. ‘Kekalahan’ pada pilkada ini jangan sampai membutakan kita akan kemenangan-kemenangan lain yang sebenarnya telah Allah berikan beserta ‘kekalahan’ ini. Tersilaturahiminya banyak tuan guru dan tokoh-tokoh simpul masa yang kemudian berafiliasi pada kita (baca: dakwah), adanya kader yang kita usung menjadi calon pemimpin daerah, berjalannya mesin partai yakni kader dan struktur secara massif dan optimal (bahkan terbentuknya struktur baru di tingkat DPC dan DPRa), semua itu adalah nikmat yang Allah berikan kepada kita yang patut kita sempurnakan dengan kesyukuran.

Bahwasanya, yang menjadi tujuan kita dalam pemilukada ini (dan jihad siyasi lainnya) adalah kemenangan bagi dakwah. Apabila kemenangan dakwah beserta dengan kemenangan calon yang kita usung, maka Allah pasti sudah memberikan kemenangan itu bagi kita. Namun, bila kemenangan dakwah ternyata tidak beserta kemenangan calon yang kita usung, maka Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan. Wallahu a’lam bishowwab.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Juni 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: