RSS

TAFSIR

AT-TAUBAH : 38-41
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ
38. Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.
إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
39. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643].
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
41. Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Bebaskan dirimu dari noda materi, pusatkan fikiranmu hanya pada pelajaran ruhiyah ini, satukan segenap jiwa dan hatimu padanya, dan dengarkanlah ia sebagaimana seorang prajurit yang mematuhi perintah-perintah pimpinan yang disukai, tegas lagi dianut. Karenanya kalian harus memahami sebuah falsafah yang mengagumkan darinya; mengenai pembentukan umat, rambu-rambu jihad, dan pemberian pertolongan الله. Kalian akan mampu meringkas maksud dari ayat-ayat mulia diatas dalam beberapa kalimat berikut:
1. Seorang mukmin wajib berdakwah,
2. Pahala dakwah sangat Agung,
3. Bila seorang mukmin lalai berjihad, dia akan dihukum dan digantikan orang lain,
4. Pahala اللهbagi seorang mujahid, bila اللهmeridhainya di medan tersebut’
5. Tanda dan bukti hal tersebut ada dalam peristiwa hijrah yang nyata,
6. Tidak ada uzur bagi orang yang tidak turut serta berjihad membantu kebenaran, bagaimanapun kondisinya; karena ia merupakan mobilisasi umum.
Penjelasan:
1. SEORANG MUKMIN WAJIB BERDAKWAH
Diantara manusia ada orang yang diliputi kondisi yang menyebabkan beban hidupnya dipikul oleh orang lain, sehingga dia dalam kondisi tenteram, tenang,aman, lagi nyaman. Sebagian lainnya ada yang diliputi kondisi yang menyebabkan dia harus memikul beban hidup orang lain, sehingga dia harus terus berjuang, kontinyu berusaha, dan bekerja tiada henti. Demikian pula berbagai umat dalam kehidupan; mereka terombang ambing oleh berbagai peristiwa dan faktor-faktor pendorong untuk bersatu mendatangi mereka. Maka, umat terkadang tenang lagi tenteram, terkadang berjuang lagi bekerja keras. Sedang yang mau memikul beban jihad hanyalah para pelaku dakwah yang ikhlas, orang-orang yang memegang prinsip yang benar, serta para pejuang reformasi yang setia, yang percaya pada kewajiban jihad dan meyakini mendesak terhadap kebutuhan jihad. Golongan itu, yang merupakan generasi umat ini, para dai kebenaran, dan para pendukung reformasi, harus berjihad dan mempersiapkan perjuangan yang panjang tiada akhir. Karena kebutuhan umat terhadap jihad lebih panjang waktunya dibandingkan umur mereka, betapapun panjang umur manusia. Mereka tidak boleh lalai atau meninggalkan tugas yang bebannya menjadi bagian yang mereka pikul-mereka harus menyuruh diri sendiri untuk melaksanakan.
2. PAHALA DAKWAH SANGAT AGUNG
Jika mereka melakukannya, maka اللهtelah menyediakan pahala terbesar atas kelelahan yang mereka alami. Jika mereka mau bersabar atas kelezatan yang remeh dalam kehidupan yang pendek ini, maka الله telah menyediakan syurga yang kekal untuk mereka. Kenikmatan yang belumn pernah dilihat mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorang. Jika diri mereka memandang rendah berbagai kompensasi, mereka berjihad karena meyakini kewajiban jihad, dan jika dalam kelezatan amal, kebahagiaan-kesuksesan, dan dalam usaha membahagiakan masyarakat mereka telah melihat pahala dari amal dan perjuangan, itulah hal terbaik yang diinginkan. Sungguh اللهtidak akan menyia-nyiakan pahala mereka, bahkan akan melipat gandakannya. Jika memang harus ada kompensasi, maka amat jauh beda antara yang akan lenyap dengan yang kekal; antara kelezatan nikmat dunia dan kelezatan akhirat. Maka, kesenangan hidup dunia amatlah sedikit bila dibandingkan dengan akhirat. Dan sesungguhnya tempat duduk salah seorang diantara kalian di syurga adalah lebih baik dari pada dunia seisinya.
3. BILA SEORANG MUKMIN LALAI BERJIHAD, DIA AKAN DIHUKUM DAN DIGANTIKAN ORANG LAIN
Bila para mujahid hanya mau duduk saja, putus asa pada ketidak mampuan, menyerahkan panji-panji mereka, dan mengkhianati amanah; maka disanalah akan diberikan azab yang pedih sebagai balasan yang sebanding. الله tidak akan membiarkan panji tanpa pengusung dan tidak akan membiarkan dakwah tanpa penolong; pasti اللهakan menggeser mereka dan mengganti mereka dengan kaum yang lain. Sementara dosa orang-orang lalai yang tidak turut i’dad dan berjihad, yang bosan dengan amal dan enggan dengan perjuangan, akan kembali kepada diri mereka sendiri. Sungguh, bahaya akkan menimpa mereka juga. Mereka tidak akan membahayakan الله sedikitpun, karena اللهMaha Kaya lagi Maha Terpuji.

4. PAHALA اللهBAGI SEORANG MUJAHID, BILA اللهMERIDHAINYA DIMEDAN TERSEBUT
Seorang mujahid harus tahu bahwa jika اللهmemilih untuk mengemban amanah dan menolong dakwah, maka itu suatukehormatan yang agung. Meskipun seandainya tidak ada balasan lagi untuk selain kehormatan tersebut, niscaya hal itu lebih dari cukup. Karena اللهtidak memilih seseorang untuk memperoleh kehormatan tersebut kecuali dia adalah orang yang dicintai. Apalagi yang diharapkan seorang mukmin sesudah dia menjadi kekasih اللهdan dekat dengan Rasulullah محمد saw? Maka, hendaknya dia bersyukur kepada اللهatas anugerah tersebut dan jangan melihat diri memiliki keutamaan dalam sesuatupun.
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا ۖ قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ ۖ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
49:17. Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.”
5. TANDA DAN BUKTI HAL TERSEBUT ADA DALAM PERISTIWA HIJRAH YANG NYATA
Kekuasaan اللهyang besar (dan tidakbutuhan kepada segala faktor penyebab) dan kelemahan makhluq, terlihat jelas pada perlindungan terhadap para wali, pertolongan kepada para Nabi, dan peninggian ‘izzah islam di banyak negeri, diantaranya adalah kisah ‘goa’, ketika Rasulullah saw. Keluar berhijrahhanya bersama seorang shahabat yang mulia Abu Bakar ash Shidiq. Hati keduanya diliputi keimanan, keduanya dinaungi keyakinan sejati bahwa mereka disertai tentara yang tidak mampu dilawan siapapun dan tiada kekuasaan makluq pun yang mengendalikannya. Sehingga dampaknya adalah diturunkannya dukungan dan pertolongan اللهbagi mereka, kekalahan musuh-musuhnya, dan musuh kembali dengan tangan hampa, tidak bias mencapai tujuannya samasekali. Kemudian اللهmenurunkan ketenangan kepada Rasul saw, menguatkan dengan tentara, meninggikan kalimat-Nya, dan dan menghancurkan tipudaya musuh-musuh-Nya.
Maka perhatikanlah dua ibrah ini:
1) Kejujuran aqidah para mujahid yang dibalas dengan dukungan dan pertolongan Rabb semesta alam-tiada keraguan lagi dalam masalah ini bagi satu makluqpun.
2) Dua saudara kandung yang tidak mungkin terpisah-kejujuran iman dan kegembiraan dengan pertolongan.

6. TIDAK ADA UZUR BAGI ORANG YANG TIDAK TURUT SERTA BERJIHAD MEMBANTU KEBENARAN, BAGAIMANAPUN KONDISINYA; KARENA INI MOBILISASI UMUM.
Bila sudah seperti itu, maka wajib atas tiap mukmin menjadi seorang tentara dijalan aqidah yang dia imani, guna mempraktekkan, berjuang dijalannya dengan jiwa dan harta, dan tiada alasan bagi seorangpun untuk meninggalkannya.
– Ketika Abu Talhah membaca ayat,
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
9:41. Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Abu Talhah berkata,” Aku berpendapat bahwa اللهtelah meminta kita untuk berangkat baik disaat tua maupun muda. Karena itu, siapkanlah perbekalanku wahai anakku!” Anak-anak Abu Talhah berkata,” Semoga اللهmerahmatimu, Engkau telah berperang bersama Rasulullah saw hingga beliau wafat; berperang bersama Abu Bakar ra. hingga beliau wafat; berperang bersama Umar Ibnu Khattab ra. hingga beliau wafat; kamilah sekarang yang akan berperang menggantikanmu.” Namun Abu Thalhah menolak tinggal dan pergi berlayar, lalu dia gugur sebagaiseorang mujahid. Maka mereka tidak menjumpai pulau untuk tempat menguburkannya kecuali setelah sembilan hari. Namun tubuhnya belum berubah, kemudian mereka menguburnya disana.
– Abu Ayyub Al-Anshari ra.turut bersama Rasulullah saw.dalam perang Badar. Selanjutnya dia tidak ketinggalan dalam satu peperanganpun yang dilakukan kaum muslimin, kecuali perang uhud. Abu Ayyub ra.sering berkata,”اللهtelah berfirman,
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Maka aku tidak menjumpai kondisiku selain dalam keadaan berat atau ringan.” Abu Ayyub Al-Anshari terus sebagai seorang mujahid yang kuat dan tentara yang berjiwa muda; hingga wafatnya Ibnu Yatsrib, Halif asy-Syih, Al-Qaishum, dan Rabib ash-Shahra’ dipagar Konstantinopel. Akhirnya dia wafat sebagai seorang syahid dengan hati senang dan jiwa yang tenang, ditepi pantai Basfur.
– Abu Rasyid Al-Harani bercerita,”Aku mengunjungi Al-Miqdad bin Al-Aswad yang tengah duduk diatas peti uang di kota Himsha. Dia kelihatan lebih besar dari peti itu karena badannya yang gede dan gemuk,saat itu dia hendak berangkat perang. Maka aku berkata,”اللهtelah memberikan kelonggaran untuk orang seperti engkau.” Dia menjawab,” Telah datang kepada kami surah bu’uts (seruan untuk berangkat perang)
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
– Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah menceritakan Hibban bin Zaid asy Syar’I yang menyampaikan,”Kami berangkat perang bersama shafwan bin amr saat dia memimpin kota Himsha hingga Jurajumah. Pada barisan pasukan penyerang, aku melihat seorang tua renta dari kota Damaskus yang alisnya menutupi kedua matanya tengah menaiki kendaraan. Maka aku menemuinya dan berkata,”Wahai paman, sungguh اللهtelah memberi kelonggaran kepadamu untuk tidak ikut berperang!” Dia menyingkap alis seraya menjawab,”Wahai anak saudaraku, اللهtelah meminta kita berangkat perang diwaktu ringan maupun berat, dan tidak memberikan kelonggaran kepada siapapun.”
– Ibnu Abu Nujaih berkata dari Mujahid,” Berangkatlah kalian baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat.” Mereka berkata,”Sesungguhnya ditengah kami terdapat orang yang merasa berat, yang dililit kebutuhan, yang kehilangan, yang sibuk, dan orang yang lancarsegala urusannya. Lalu اللهmenurunkan ayat tersebut dan الله menolak memberikan kelonggaran untuk tidak berangkat perang kepada mereka, bagaimanapun kondisi mereka dan apapun situasi yang mereka hadapi.
Sesudahnya…..kepada orang yang ingin membangun umat ini diatas semangat militerisme yang benar,”Apakah kalian pernah melihat mobilisasi umum seperti ini?” Bila kalian bersungguh-sungguh, maka tempuhlah jalan ini, tinggalkan main-main, dan buanglah segala eksperimen yang gagal…………..
Kalian semua…….Apakah kalian mendengar seruan mobilisasi dari اللهdari kitab-Nya? Jika kalian bersungguh-sungguh dalam dakwah kalian, maka bersiap-siaplah karena hari untuk berjihad tidak lama lagi.
Katakanlah,” Barangkali jihad telah dekat waktunya!”
Saat itu, waspadalah kalian! Jangan sampai merasa berat hingga seolah-olah kaki kalian menancap kebumi, jiwa raga kalian lengket oleh gemerlap dunia. Jangan sampai dilalaikan dari kehidupan yang kekal abadi,kehidupan akhirat.
Karena kesenangan kehidupan dunia amal kecil dan sedikit bila bandingkan kehidupan akhirat.
والله أعلم
أبوعزّالدّ ين سعياً
Maroji’:
– Tafsir Ibnu Katsir
– Tafsir Al-Banna
– Tafsir fi Dzilalil Qur’an

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: